Kontroversi Jadwal Shalat Shubuh

24 Aug 2010

Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh,

Mungkin belakangan ini kita telah mendengar adanya seruan bahwa kita harus tetap kembali kepada jadwal shalat shubuh sebagaimana yang telah tersebar di masyarakat. Sebagaimana para ikhwan Jogja baru2 ini mendapatinya di koran KR. Berikut kami copykan sanggahan terhadap tanggapan dari koran tersebut yang kami peroleh dari situs qiblati.com pada link berikut.

http://id.qiblati.com/forum

Menanggapi Berita Fajar KRjogja.com
Oleh Abu Hamzah al-Sanuwi)

YOGYA (KRjogja.com) Terkait munculnya selebaran yang marak beredar di masyarakat mengenai jadwal waktu subuh yang menyesatkan, MUI DIY menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap segala hal yang dapat memecah belah umat Islam.

Seperti disampaikan Sekretaris MUI DIY, KRT Ahmad Muhsin Kamaludiningrat, pihaknya beberapa waktu lalu mendapatkan keluhan dari takmir Masjid Gedhe Kauman mengenai jadwal waktu shalat subuh yang? digunakan di Indonesia dan negara-negara lain, tidak sesuai dengan syariat Islam dan salah kaprah.

Mendapat usulan tersebut, kami langsung menggelar pertemuan dengan seluruh jajaran MUI DIY guna membahas akar permasalahannya supaya tidak menimbulkan konflik horizontal serta perpecahan umat Islam itu sendiri, jelasnya kepada KRjogja.com, Jumat (28/8) siang.

Oleh karena itu, MUI DIY telah mengeluarkan maklumat kepada seluruh umat muslim bahwa jadwal shalat subuh yang dikeluarkan oleh pemerintah maupun ormas Islam seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama adalah hasil hitungan para ulama dan ahli syari. Sehingga jadwal tersebut sudah sesuai dengan syari yang bersumber pada Al-quran dan Sunnah Rasul.

Kami harap, masyarakat Muslim, khususnya yang berada di Yogyakarta untuk tidak ragu dan resah menggunakan jadwal tersebut dalam melakukan ibadah shalat, termasuk awal shalat subuh. Masyarakat juga harus waspada terhadap upaya-upaya yang dapat memecah belah umat Islam, tegas Ahmad Muhsin.

Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Gedhe, Budi Setiawan, saat dikonfirmasi KRjogja.com membenarkan hal tersebut. Selebaran mengenai jadwal waktu subuh yang dinilai menyesatkan tersebut diambil dari sebuah artikel dalam majalah Qiblati. Sebenarnya dalam dunia maya hal itu sudah muncul sejak akhir Juli lalu dan sempat membuat gempar masyarakat Muslim, ujarnya.

Isi selebaran menjelaskan jika waktu awal subuh yang selama ini digunakan terlalu cepat 22 menit sehingga belum masuk waktu subuh yang sebenarnya. Hal itu disertai dengan penjelasan-penjelasan yang dapat melemahkan umat Islam. Lebih jelasnya silahkan searching di internet dengan kata kunci shalat subuh salah kaprah, pungkasnya. (Dhi)

sumber : http://www.krjogja.com/krjogja/news/detail/1679/MUI.DIY.Tanggapi.Kontroversi.Sholat.Subuh.html

Tanggapan:

Pertama, betul, mari kita waspada terhadap segala hal yang dapat memecah belah umat Islam, tetapi tidak harus curiga kepada dalil ayat-ayat al-Qur`an, hadits-hadits Nabi dan fatwa-fatwa para umala Islam. Umat Islam wajib bijak, arif dan pandai dalam membedakan antara menjelaskan kebenaran dengan memecah belah. Allah berfirman yang artinya:

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, (QS Ali Imran: 103)

Jika shalat subuh berdasarkan fajar kedua, fajar syarI, atau fajar shadiq itu bagian dari Hablullah maka menerangkan soal itu adalah mengajak untuk bersatu bukan utnuk bercerai berai.

Kedua, kami berterimakasih kepada para pemimpin kita di MUI yag sangat peduli kepada kami umat Islam semoga Allah menjaga antum dan memberi balasan sebaik-baiknya. Kami sangat maklum dengan maklumat para bapak yang mulia, namun izinkan kami menyampaikan:

Allah berfirman:

??? ???????? ????????? ??????? ????????? ??????? ??????????? ?????????? ????????? ???????? ???????? ?????? ????????????? ??? ?????? ?????????? ????? ??????? ???????????? ???? ??????? ??????????? ????????? ??????????? ??????? ?????? ?????? ?????????? ??????????

Kami mendapati ternyata awal jadwal waktu puasa dan shalat subuh diantara kaum muslimin, berbeda-beda.

Menurut kami jadwal yang berbeda-beda tersebut tidak semua sesuai dengan syari yang bersumber pada Al-quran dan Sunnah Rasul.

Setelah kami rujuk kepada al-Qur`an. Sunnah, dan penjelasan ulama zaman salaf dan khalaf serta bukti-bukti ilmiah yang ada ternyata yang dekat kepada kebenaran adalah jadwal ISNA, yang memakai sudut 15 derajat, dan setelah dilihat langsung di lapangan ternyata memang reta-rata muncul fajar shadiq pada sudut14,7 derajat.

Jadi menurut hemat kami, ini tidak memecah belah umat, juga tidak melemahkan umat Islam, tetapi hidayah, ilmu yang bermanfaat yang akan mengokohkan umat Islam, yang harus direspon dengan rasa syukur dan positif.

Menurut kami, orang yang menyampaikan hadits-hadits berikut sangat mengajak kepada persatuan bukan perpecahan:

1. Hadits Uqbah Ibn Amir

Uqbah bin Amir , ia berkata: Aku mendengar Rasulullah bersabda:

???????? ????????? ?????????? ????????? ???? ??????? ?????? ???????? ?????????? ??????????? ??????????? ?????????? ???????????? ?????? ?????? ???????? ?????? ???? ????????? ?????????? ??????????? ?????? ????????? ?????????? ????? ?????????? ?????? ?????? ????????????

Sesungguhnya akan ada para Imm (yang memimpin) atas kalian setelahku, jika mereka shalat (memimpin kalian) suatu shalat tepat pada waktunya, lalu mereka sempurnakan ruku dan sujudnya, maka (pahala) shalat itu untuk kalian dan untuk mereka. Jika mereka tidak shalat suatu shalat tepat pada waktunya, serta tidak menyempurnakan ruku dan sujudnya, maka (pahala) shalat tersebut adalah untuk kalian, dan (dosanya menjadi tanggungan) atas mereka. (Hasan, HR. Ahmad (4/146), dihasankan oleh al-Arnauth)

2. Hadtis Abu Dzar

)) ??????? ????????? ????????? ?????????? ?????????? ???? ?????????????? ????? ????? ?????????? ??????????? ????? ?????????? ????? ??????? ???? ???????? ?????? ???? ?????????? ?????????? ???????? ????????? ???????? ????????? ?????? ????????? ))

Akan ada para amir (pemimpin) yang mengakhirkan shalat dari waktu-waktunya, maka ingat, shalatlah kamu shalat tersebut tepat pada waktunya, kemudian datangilah para amir itu, jika mereka sudah shalat maka kamu telah melindungi shalatmu, dan jika tidak, lalu kamu shalat bersama mereka maka shalatmu itu menjadi nafilah (sunnah) untukmu. (HR. Ahmad, Muslim, Nasa`I, lihat shahih al-Jami no.: 2394)

3. Hadits Ibn Amr

????????? ??????? ????????? ?????????? ?????????? ???? ?????????????? ????????? ???????????? ??????? ?????????? ???????? ?????????? ?????????

Akan ada sesudahku para imam yang mengakhirkan shalat dari waktu-waktunya, maka shalatlah pada waktunya, jika kamu menghadiri shalat bersama mereka maka shalatlah. (HR. Thabrani. Lihat Shahih al-Jami: 3619)

4. Hadits Abu Dzar

Abu Dzar berkata:

((???????? ?????????? ?????? ????? ???????? ????????? ?????????? ????????? ???????? ??????? ????? ??????????? ??????: ???????? ?????? ?????????? ?????????? ?????: ???? ??????????? ???????? ????????? ???? ????????? ????????????? ?????????? ???????????. ??????: ????? ????????????? ?????: ????? ?????????? ??????????? ?????? ?????????? ???????? ????????? ????? ??????????? ????????? ????? ?????????.

Saya mendatangi Nabi saw dengan air wudhu lalu beliau menggerak-gerakkan kepala dan menggigit kedua bibirnya. Saya berkata: Dengan ibu dan bapakku (saya menebus anda), apakah saya menyakiti anda? Beliau menjawab: Tidak, tetapi engkau akan menjumpai para amir dan para imam yang mengakhirkan shalat dari waktunya. Saya bertanya: Apa yang anda perintahkan untukku? Beliau menjawab: Shalatlah tepat pada waktunya,kemudian jika kamu menjumpai mereka maka shalatlah bersama mereka, jangan kamu mengatakan: aku sudah shalat maka aku tidak mau shalat lagi. (HR. Bukhari dalam Kitab al-Adab al-Mufrad, Shahih al-Adab al-Mufrad: 954)

Wallahu alam. Semoga Allah merahmati umat Muhammad dan memudahkan para pemimpin untuk membawa umat ini kepada ridha-Nya dan sunnah Nabi-Nya. Aamiin.

Akhukum Fillah Muhammad Abduh Tuasikal


TAGS


-

Author

Follow Me